NIKMATILAH KOPINYA ,… BUKAN CANGKIRNYA..^_^..
Sekelompok alumni University California of Bekeley yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.
Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.
Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis.
Dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah.
Dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.
Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan :
"Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."
"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi.
Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum.
Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir
terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain."
"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya.
Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan.
Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi.
Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita."
Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya.
Jadi nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya.
Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda.
Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan.
Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia.
Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda.
So enjoy your day and work and keep make relationship with others


bagus ceritanya.
intinya jangan terlalu banyak kerja ya sampai2 gak memperdulikan diri sendiri
btw, pesen kopinya satu ya din
tapi yang manis
terus anterin ke depan sekalian
Comment by away — May 15, 2008 @ 3:32 am
yah bang…saya ga jualan kopi…adanya teh….hehe
Comment by diyniy — May 17, 2008 @ 3:12 am
kalo bahan plastik atawa melanin palsu bisa bikin kanker lho…
jadi cangkir harus tetap diperhitungkan
Comment by sluman slumun slamet — May 17, 2008 @ 6:18 pm
Gile, berat banget postingannya.
Terkadang cangkir perlu di perhatiakn, tergantung situasinya.
jadi ngak bisa di pukul rata kayak gitu.
Btw,cape deh, pengee…en gitu liburan bareng2.
kapan2 ajakin anak2 yuk…
Comment by Labyrinth™ — May 21, 2008 @ 12:19 pm
wuiek postingannya menusuk banget. good post. memang setelah bekerja kita juga musti menikmati hasilnya
Comment by noki — May 26, 2008 @ 12:51 pm